Cerita Sang Surya

‘Kapan kita pertama kali bertemu?’
Aku seberkas cahaya surya yang bingung
menatap tanya pada embun terakhir

Kutelusuri bibir daun satu-satu
mengenali masing-masing bulir
berharap menemukan satu yang kutemui kemarin
‘Apakah kau yang menemaniku subuh itu?’

Ah, terlalu sebentar pertemuan kita.
‘Kenapa pagi harus menjadi pemisah antara kau dan aku?’
Bukankah harusnya hangat berpadan dengan segar
Ah, sudahlah. Aku akan datang lebih pagi besok

Jakarta, 5 Agustus 2014

32 thoughts on “Cerita Sang Surya

    1. Hi, salam kenal!

      Saya kelupaan pasang judul puisi ini. Puisi ini judulnya “Cerita Sang Surya” bercerita tentang seberkas cahaya surya yang kehilangan embun yang menemaninya subuh kemarin.

      Tapi, kamu bisa mengekspresikannya untuk apapun kok🙂

      Terima kasih sudah main ke blog kakmoly😀

      Liked by 3 people

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s